Awal

Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB) merupakan salah satu denominasi Gereja yang ada di Indonesia dan merujuk pada satu suku yaitu suku Batak. GPKB sendiri merupakan denominasi hasil pemisahan atau pecahan dari Bataksche Christelljke Gemeente (BCG). Pada Tahun 1928, lahirlah Punguan Kristen Batak (saat ini GPKB), berdomisili di Jakarta dan berekspansi ke Palembang hingga akhirnya kembali ke Tanah Batak yakni Tapanuli Utara. wikipedia

Pada pertengahan tahun 2012, dibentuklah satu cabang GPKB di Jakarta Timur, yang diberi nama sesuai dengan wilayahnya yaitu GPKB Pondok Kopi. Jemaat GPKB Pondok Kopi merupakan jemaat pecahan dari HKBP Eben Ezer Pondok Kopi (saat ini HKBP Eben Ezer Kanal Timur). Sejarah panjang terbentuknya GPKB Pondok Kopi menjadi warna dan cerita tersendiri bagi para jemaatnya saat ini, dan tetap bertahan dengan umur Gereja yang hampir menginjak 10 (sepuluh) tahun.

Pada masa awal dimulainya kegiatan ibadah, GPKB Pondok Kopi dilayani oleh 5 (lima) penatua/sintua, diantara adalah St. H.T.B. Manalu (+), St. B. Malau, St. M. br Silaban, St. S. Gurning dan St. H. Tambunan (karena satu dan lain hal beliau megnundurkan diri dan keluar dari anggota Gereja). Pada Tahun 2018, dilakukanlah kembali pemilihan calon sintua yang menghasilkan 3 (tga) orang calon yakni Cst. R.T. Manalu (saat ini sintua), Cst. J.H.A. Simanjuntak (saat ini sintua) dan Cst. E.S. Hutahaean. 

Selanjutnya pada tahun 2021, masa bakti Inang St. M. br Silaban harus berakhir dikarenakan aturan maksimal sintua, dan prosesi Emeritus dan pemberian kenangan atas pelayanan yang diberikan selama menjalani tugas sebagai sintua. Kemudian di tahun yang sama, dilakukan kembali pemilihan calon sintua yang menghasilkan satu calon yakni Cst. R. Sitohang yang hingga tulisan ini dibuat masih dalam tahap proses pembelajaran.

Untuk kegiatan jemaat sendiri, terdapat 4 (empat) seksi yang ada di GPKB Pondok Kopi, diantaranya adalah seksi Sekolah Minggu, seksi Naposobulung, seksi Ina, dan seksi Ama.

Apa yang sudah dituliskan ini tentu hanya sebagian kecil dari rangkaian panjang perjalanan yang sudah dialami baik oleh para sintua atau jemaat GPKB Pondok Kopi. Banyak cerita dan kegiatan yang sudah dilakukan di GPKB Pondok Kopi, dari acara Natal, Paskah subuh, Parheheon tiap seksi, Lelang, lomba 17 Agutus, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati dan mengiringi langkah perjalanan GPKB Pondok Kopi dan seluruh Gereja, baik yang ada di Indonesia maupun di seluruh dunia. Amin.


Jakarta, 14 Desember 2021






Komentar

  1. Semoga cinta kepada Tuhan melalui GPKB berbuah cinta dan damai kepada sesama.

    Tabe sian gpkb aek mabat

    BalasHapus

Posting Komentar